NAMA : ARINDA DWITAMI YASMINE
NIM : 19019073
SEJARAH PEMIKIRAN MODERN
KAPITALISME VS SOSIALISME
KAPITALISME
Kapitalisme adalah suatu paham atau ideologi dimana kepentingan pribadi berada diatas kepentingan umum atau masyarakat luas. Dalam ideologi kapitalisme, hak pribadi ditempatkan diatas segalanya bahkan dalam sistem ekonomi, pemerintah tidak bisa melakukan intervensi terhadap apa yang dilakukan seseorang dalam usaha memperoleh kekayaan sebesar-besarnya. Istilah kapitalisme juga mengacu pada suatu sistem organisasi sosio ekonomi tertentu (biasanya dikontraskan dengan feodalisme dan sosialisme, yang pada hakekatnya lebih tepat didefinisikan secara implisit ketimbang eksplisit). Sama halnya dengan konsep-konsep politik yang sarat dengan nilai-nilai lain. Definisi kapitalisme lainnya, baik itu secara implisit ataupun eksplisit cenderung berubah-ubah dan selalu diwarnai oleh bias ideologi pemakainya. Bahkan ketika dijadikan kategori historis atau dilakukan untuk keperluan analisis obyektif, definisi kapitalisme yang digunakan juga berubah-ubah sesuai dengan sekuen temporal dan karakter perkembangan historis yang tengah dibahas. Oleh karena itu, ahli sejarah Sombart (1915), Weber (1930) dan Tawney (1926), berusaha mengaitkan perubahan-perubahan organisasi ekonomi dengan berbagai pergeseran sikap keagamaan dan etis dalam mendapati esensi kapitalisme pada semangat pencarian keuntungan, yang khususnya berlaku pada abad ke 16, 17, dan awal abad ke 18.
Pada abad ke-18 dataran Eropa dikuasai oleh tiga golongan besar yaitu raja, kaum Feodal, dan pihak gereja.Secara garis besarnya disini pihak gereja sangat berkuasa. Dengan keadaan begitu, membuat rakyat merasa tersiksa hingga menimbulkan reaksi perlawanan dari raja-raja dan kaum feodal yang tirani. Mereka menuntut Liberty, Fraternity dan Egality. Keadaan demikian melahirkan beberapa ideologi besar seperti Liberalisme di bidang politik dan free value di bidang sains. Revolusi industri di Inggris pada saat itu juga membawa semangat baru berkaitan dengan semangat kapitalisme. Bahwa ideologi kapitalisme muncul ke dalam ranah ekonomi. Saat Inggris terjadi revolusi industri terjadi perubahan kegiatan ekonomi yang semulanya berpola masyarakat pertanian hingga berubah menjadi masyarakat industri. Hal tersebut menjadikan perubahan- perubahan dari alat industri yang di gunakan.Secara garis besar, ada tiga tahap sejarah kapitalisme yaitu: kapitalisme awal (1500 – 1750), kapitalisme klasik (1750 -1914), dan kapitalisme lanjut (1914 – sekarang).
HUBUNGAN PAHAM KAPITALISME DENGAN KEHIDUPAN EKONOMI SOSIAL MASYARAKAT
Produksi terdiri dari produksi komoditas, yaitu produksi yang bertujuan untuk dijual di pasar.Produksi dijalankan dalam kondisi dimana alat produksi dimiliki secara pribadi.Produksi dijalankan untuk sebuah pasar yang tidak terbatas dan dibawah tekanan persaingan. Setiap individu kapitalis (pemilik pribadi, tiap perusahaan atau kelompok kapitalis) berusaha untuk mendapatkan keuntungan terbesar tanpa mempertimbangkan hasil keseluruhan dari keputusan serupa yang diambil oleh perusahaan lain yang beroperasi dalam bidang yang sama.Tujuan produksi kapitalis adalah memaksimalkan keuntungan.Karenanya dibawah cambukan kompetisi, kapitalisme diwajibkan untuk mencari maksimalisasi keuntungan agar mengembangkan investasi produktif hingga maksimum.Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar. Manusia dipandang sebagai mahkluk homo economicus, yang selalu mengejar kepentingan (keuntungan) sendiri. Pelaku aktivitas ekonomi sesungguhnya bukanlah institusi negara, tapi para pengusaha bermodal besar. Walaupun begitu, peran negara tidak hilang sama sekali, negara menjadi aktor pelengkap dalam pencaturan ekonomi negara.
Aspek lain dari paham kapitalisme adalah demokratisme. Kebebasan warga negara dijunjung tinggi. Warga negara bebas melakukan apa saja asal tidak melanggar tertib hukum,negara hanya bertindak sebagai pengawas jalannya tertib hukum. Pada kapitalis monopolis mengesampingkan nilai agama sehingga menciptakan sekulerisme atau paham yang memisahkan agama dengan negara.
SOSIALISME
Secara etimologi, istilah sosialisme atau dalam bahasa Inggris disebut dengan istilah socialism berasal dari bahasa Perancis, yaitu “sosial” yang berarti “kemasyarakatan”. Secara historis, istilah sosialisme pertama kali muncul di Perancis sekitar tahun 1830. Umumnya sebutan itu dikenakan bagi aliran atau pandangan yang hendak mewujudkan masyarakat yang berdasarkan pada hak milik bersama terhadap alat-alat produksi, dengan maksud agar produksi tidak lagi diselenggarakan oleh orang-orang atau lembaga perorangan atau swasta yang hanya memperoleh laba, semata-mata untuk melayani kebutuhan masyarakat. Secara terminologi, istilah sosialisme dipahami secara bermacam-macam oleh para tokoh. Franz Magnis-Suseno misalnya, menulis bahwa sosialisme merupakan, (1) ajaran dan gerakan yang menganutnya bahwa keadaan sosial tercapai melalui penghapusan hak milik pribadi atas alat-alat produksi, (2) Keadaan masyarakat di mana hak milik pribadi atas alat-alat produksi telah dihapus.Salah satu ciri khas dari pemikiran sosialisme adalah pengendalian harta dan produksi serta kekayaan oleh kelompok.
Awal kemunculan sosialisme abad ke 19 dinamakan sosialisme utopis yaitu sosialisme yang didasarkan pada pandangan kemanusiaan (humanitarianisme) dan meyakini kesempurnaan watak manusia. Penganut faham ini bercita-cita menciptakan masyarakat sosialis dengan jalan damai tanpa kekerasan atau revolusi.Perkembangan kapitalisme menciptakan polarisasi masyarakat yakni golongan majikan dan buruh, atau golongan borjuis dan proletar. Keadaan ini menggugah hati setiap orang seperti Robert Owen di Inggris (1771-1858), Saint Simon (1760-1825) dan Fourier (1772-1837) di Perancis untuk memperbaikinya. Mereka terdorong oleh rasa kemanusiaan, akan tetapi tanpa disertai tindakan dan konsepsi yang nyata mengenai tujuan dan strategi dalam memperbaiki sehingga teori-teori mereka dikenal dengan anganangan belaka. Oleh karena itu mereka disebut sosialisme utopi (utopi: dunia khayal). Sosialisme sebagai kekuatan besar yang baru, lahir dalam revolusi industri yang muncul dalam gerakan protes. Sebagai filsafat politik, ia timbul dengan melepaskan diri dari sistem ekonomi kapitalisme yang mendukung kredo liberalisme. Kapitalisme abad 19 adalah ekploitasi secara kasar dan melalui persaingan tanpa batas. Ketidakpuasan dan pergolakan sosial yang ditimbulkan tercermin dalam mazhab sosialisme utopis dan marxism.
HUBUNGAN SOSIALISME DENGAN KEHIDUPAN EKONOMI SOSIAL MASYARAKAT
Pemerintah-pemerintah sosialis dapat berkuasa lama di negara-negara yang terutama bersifat agraris seperti Denmark dan Selandia Baru, oleh karena petani-petani di negeri-negeri tersebut bersimpati terhadap program sosialis yang mempertahankan keutuhan ekonomi dan individualisme mereka dengan jalan kredit murah, harga-harga paritet (kesamaan harga) yang terjamin dan politikpolitik lainnya yang ditujukan untuk melindungi petani kecil dari ancaman penguasaan oleh bank-bank, perusahaan-perusahaan asuransi dan saudagar-saudagar besar.
Dalam banyak contoh produktivitas pertanian kecil setelah diadakan perubahan agraria adalah lebih kecil daripada sebelumnya di waktu pertanian masih dilakukan dalam kesatuan-kesatuan besar. Akan tetapi suatu pemerintahan yang menghendaki perubahan mungkin bersedia memikul rendahnya produktivitas, demi kemanfaatan sosial yang lebih besar, berupa kelas petani yang merdeka. Tehnologi pertanian bagaimanapun masih cukup sederhana sehingga kesatuan-kesatuan besar dapat dipecah,dan kesatuan-kesatuan kecil dapat diselenggarakan dengan cukup efisien.
Namun demikian majunya ekonomi kapitalis, bentuk hak milik dan kerja secara perseorangan (keluarga) berangsur berubah, terutama akibat kemajuan teknologi, perusahaan secara besar-besaran menampung kapitalis, pemilik atau majikan yang asli. Semakin luasnya perusahaan industri, pekerjaan semakin disosialisasi, semakin kolektif, sedang hak milik tetap bersifat perseorangan. Dalam usaha memulihkan keselarasan klasik diantara pekerjaan dan hak milik, mereka yang menghendaki perubahan menghadapi dua pilihan. Mereka dapat memecah perusahaan-perusahaan besar menjadi kesatuan-kesatuan yang kecil, sehingga pekerjaan dan hak milik pada waktu yang bersamaan berada lagi di tangan satu orang atau keluarga.
Aspek lain dari paham sosialisme adalah sosialisme sebagai suatu kekuatan politik yang penting dapat dikatakan timbul sebagai akibat dari kapitalisme modern. Sistem tersebut sama tuanya dengan peradaban barat, baik pandangan Yunani maupun pandangan Yahudi Kristen secara kategoris menolak konsepsi kekayaan sebagai dasar bagi penghiduan yang baik. Sosialisme demokratis hanya berkembang dalam masyarakat-masyarakat yang telah mengalami industrialisasi yang agak luas, dimana industrialisasi berlangsung dalam masyarakatmasyarakat yang tidak mempunyai lembaga-lembaga liberal yang telah berurat berakar, penyesuaian politik terhadap ketegangan-ketegangan yang timbul mungkin sekali akan mengambil bentuk semacam facisme (seperti di Jerman, Italia, Jepang dan Argentina) atau komunisme (seperti di Rusia dan Tiongkok).
WRITTEN IN BAHASA
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar