Kamis, 24 September 2020

Pentingnya Mempelajari Filsafat Barat dan Timur

     SEJARAH PEMIKIRAN MODERN

      Filsafat adalah aktivitas untuk berpikir secara mendalam tentang pertanyaan-pertanyaan besar dalam hidup manusia (apa tujuan hidup, apakah Tuhan ada, bagaimana menata organisasi dan masyarakat, serta bagaimana hidup yang baik), dan mencoba menjawabnya secara rasional, kritis, dan sistematis.
      Untuk catatan, filsafat sudah ada lebih dari 2000 tahun, dan belum bisa (tidak akan pernah bisa) memberikan jawaban yang pasti dan mutlak, karena filsafat tidak memberikan jawaban mutlak, melainkan menawarkan alternatif cara berpikir.
       Menurut saya sebagai mahasiswa kita perlu mempelajari ilmu tentang filsafat Barat dan timur karena sebenarnya ilmu tersebut sama dengan ilmu yang kita pelajari pada umumnya. Jika kita tidak mempelajari ilmu tersebut tentu kita akan bingung dari mana asalnya ilmu tersebut dan bagaimana cerita dibalik itu. Sama seperti mempelajari sejarah pada umumnya, filsafat Barat dan timur memiliki asal-usul dan kisah yang harus dipelajari, mungkin tanpa disadari jika nantinya sejarah filsafat Barat dan timur tersebut akan bermanfaat dan membantu kita dalam bekerja ataupun dalam menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan nantinya. 
         Dengan belajar filsafat, anda akan mendapatkan beberapa ketrampilan berikut; memikirkan suatu masalah secara mendalam dan kritis, membentuk argumen dalam bentuk lisan maupun tulisan secara sistematis dan kritis, mengkomunikasikan ide secara efektif, dan mampu berpikir secara logis dalam menangani masalah-masalah kehidupan yang selalu tak terduga.  Dengan belajar filsafat, anda akan dilatih menjadi manusia yang utuh, yakni yang mampu berpikir mendalam, rasional, komunikatif. Apapun profesi anda, kemampuan-kemampuan ini amat dibutuhkan. Di sisi lain, dengan belajar filsafat, anda juga akan memiliki pengetahuan yang luas, yang merentang lebih dari 2000 tahun sejarah manusia.
     Kemampuan berpikir logis dan abstrak, kemampuan untuk membentuk argumen secara rasional dan  kritis, serta kemampuan untuk menyampaikan ide secara efektif, kritis, dan rasional, akan membuat anda mampu berkarya di berbagai bidang, mulai dari bidang informasi-komunikasi, jurnalistik, penerbitan, konsultan, pendidikan, agamawan, ataupun menjadi wirausaha.
      Para pengacara, praktisi hukum, praktisi pendidikan, pemuka agama, maupun praktisi bisnis akan mendapatkan wawasan yang amat luas, yang amat berguna untuk mengembangkan diri dan profesi mereka. Jika anda sungguh ingin mendalami filsafat, anda bisa melanjutkan studi sampai pada level master dan doktoral, dan kemudian mengajar di bidang filsafat.
anda akan mampu melihat masalah dari berbagai sisi, berpikir kreatif, kritis, dan independen, mampu mengatur waktu dan diri, serta mampu berpikir fleksibel di dalam menata hidup yang terus berubah.
Filsafat mengajak anda untuk memahami dan mempertanyakan ide-ide tentang kehidupan, tentang nilai-nilai hidup, dan tentang pengalaman kita sebagai manusia. Berbagai konsep yang akrab dengan hidup kita, seperti tentang kebenaran, akal budi, dan keberadaan kita sebagai manusia, juga dibahas dengan kritis, rasional, serta mendalam.
      Filsafat itu bersifat terbuka. Sekali lagi, filsafat tidak memberikan jawaban mutlak yang berlaku sepanjang masa. Filsafat menggugat, mempertanyakan, dan mengubah dirinya sendiri. Ini semua sesuai dengan semangat pendidikan yang sejati. Filsafat mengajarkan kita untuk melakukan analisis, dan mengemukakan ide dengan jelas serta rasional. Filsafat mengajarkan kita untuk mengembangkan serta mempertahankan pendapat secara sehat, bukan dengan kekuatan otot, atau kekuatan otoritas politik semata. Filsafat adalah komponen penting kepemimpinan. Dengan belajar berpikir secara logis, seimbang, kritis, sistematis, dan komunikatif, anda akan menjadi seorang pemimpin ideal, yang amat dibutuhkan oleh berbagai bidang di Indonesia sekarang ini. 
      Sebagai mahasiswa menurut saya sumbangan terbesar filsafat bagi mahasiswa sastra adalah bertambah nya wawasan dalam mengembangkan tulisan. Karena filsafat itu sendiri memiliki bahasa dan tata cara penulisan, bagi anak sastra ini adalah suatu hal yang sangat bagus dan dengan demikian mereka bisa memperbaiki dan belajar dari penulisan dalam sejarah filsafat Barat dan timur. Dalam menulis pun juga para sastrawan bisa menuangkan ide-ide kedalam wadah sastra nya. Dan yang pasti jika dilewatkan akan menjadi suatu hal yang sangat disayangkan bagi para mahasiswa sastra. 
        Tidak memahami pemikiran akan membuat kita menjadi orang yang kekurangan wawasan dan setidaknya jika memang belum bisa memahami pemikiran tersebut alangkah lebih baiknya jika dipelajari dengan perlahan karena sejatinya sejarah pemikiran tersebut adalah sesuatu yang dipahami dan dipraktekkan dimasa depan bukannya hanya dipelajari dan dibaca saja. 

WRITTEN IN BAHASA
BY ARINDA DWITAMI YASMINE 
NIM 19019073


Selasa, 08 September 2020

Makna Pintar dan Rajin Dalam Kehidupan

ESSAY PENDEK SEJARAH PEMIKIRAN MODERN

MAKNA PINTAR DAN RAJIN DALAM KEHIDUPAN

     Makna pintar seringkali disandingkan dengan rajin. Banyak orang mengira orang pintar adalah orang rajin. Padahal pintar dan rajin memiliki 2 makna yang sangat berbeda. Orang rajin adalah orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan hal yang ia inginkan,seperti sebuah pencapaian atau kesuksesan. Sedangkan pintar atau kepintaran adalah suatu hal yang diturunkan oleh satu keturunan ke keturunan dibawahnya. Sering kali terjadi di kehidupan sehari-hari ditemukan bahwa banyak orang pintar tanpa harus belajar dengan keras. Banyak yang mendapatkan nilai tinggi karena mereka memiliki IQ yang rata-rata tinggi.
     Arti pintar adalah mengetahui,pandai,memiliki ilmu. Tak heran jika pintar selalu dikaitkan dengan prestasi dan akademik,karena orang pintar selalu dikaitkan dengan prestasi dan akademik,karena orang pintar selalu bergelut dengan ilmu. Orang pintar mampu mencerna apapun dengan sempurna sehingga memiliki pengetahuan yang sangat luas,dan pengetahuan tersebut lah yang menjadi senjata utamanya.
 Orang pintar juga dikenal akan disiplin dan teratur,sehingga ia selalu mampu mengerjakan segala sesuatu yang diperintahkan.
     Namun pintar dibatasi oleh waktu dan proses. Orang pintar butuh proses dan tahapan untuk mempelajari suatu hal terlebih dahulu dengan jangka waktu tertentu,sampai akhirnya ia mengetahui sepenuhnya akan hal yang dipelajarinya tersebut. Selain itu,orang pintar juga biasanya hanya bisa menjawab hal-hal yang dipelajarinya,dan terpaku pada hafalan bukan pengertian. 
     Berbeda dengan sipintar,seseorang yang rajin seringkali tidak terlihat oleh lingkungannya,mau bagaimanapun kondisinya. Karena si rajin,orang lain melihatnya pun hanya akan menjadi suatu hal yang biasa saja. 
     Tapi faktanya,dilingkungan sekitar,seperti kampus,sekolah,atau kantor,tidak melulu orang pintar selalu unggul dari orang rajin. Karena bahkan dari fakta lapangan yang sering ditemukan orang rajin bisa lebih daripada orang yang hanya menyandang gelar “orang pintar”.
     Mengapa begitu? Karena orang rajin memiliki semangat yang lebih daripada orang pintar. Si rajin akan melakukan apa yang dilakukannya dengan segera agar cepat selesai sehingga ia bisa melanjutkan kegiatan yang akan ia lakukan selanjutnya. Sedangkan pintar akan hilang begitu saja jika seseorang tidak rajin didalam hidupnya, dan bukan tidak mungkin jika suatu saat dunia akan dikuasai oleh orang yang rajin.
     Pintar umumnya menjadi hal yang dikejar oleh kebanyakan orang. Namun orang seringkali lupa bahwa tujuan utama dalam menuntut ilmu bukan hanya pintar,namun juga menjadikan seseorang rajin. Karena pintar hanyalah titel,dan pintar adalah hasil akhir. Jika kita melihat dari sudut pandang hasil akhir,pintar adalah Vital Sign. 
     Tapi jauh lebih penting dari sebuah vital sign adalah proses untuk mendapatkan nya atau yang disebut vital Activity. Aktivitas penting yang akan membuat seseorang menjadi lebih baik. Menjadi lebih pintar dan mendapatkan apa yang diinginkan. Dalam hal ini,Vital Activity masuk dalam kategori rajin,bukan pintar. Karena ada pepatah yang mengatakan batu sekeras apapun jika ditetesi air secara terus menerus akan berlubang dan bisa pecah,maksudnya setiap usaha dan perjuangan yang kita lakukan tidak akan menjadi sia-sia dan kita berhasil dalam mencapai kesuksesan,kata lain,bermakna bahwa orang rajin sudah pasti pintar namun orang pintar belum tentu rajin
     Juga di dunia ini sebenarnya tidak ada orang bodoh,karena sejatinya yang ada hanyalah orang yang enggan belajar/bermalas-malasan dalam belajar. Bodoh hanyalah sebutan saja,karena ia bisa melakukan hal yang orang pintar lakukan,namun tertutup oleh kemalasannya. Semua bisa terjadi jika kita memang bersungguh-sungguh dalam melakukan suatu hal. Mulai dari mengatur waktu,mengatur diri sendiri,dan tidak terpengaruh pada lingkungan sekitar. Ketika diri kita sudah tertanam sikap rajin,maka dengan sendirinya kebiasaan orang-orang pintar itu akan ada pada diri kita. 
     Tidak hanya dalam dunia kerja kita menghadapi sebuah persaingan ataupun perjuangan,namun terkadang didalam dunia pendidikan kita pastilah merasakan yang namanya perjuangan untuk menghadapi sebuah persaingan. Persaingan dalam mendapatkan nilai dan prestasi yang bagus,namun semua bisa teratasi jika kita mempunyai kemampuan untuk berjuang dan dan bersaing secara bersama-sama.
     Sifat rajin dapat meningkatkan kualitas seseoarng. Contohnya seseorang yang buruk dalam suatu aspek namun rajin memplejarinya,tentu secara perlahan mampu menguasai aspek tersebut,begitu juga sebaliknya jika ia pintar tapi pemalas,ia akan tetap ditempatnya dan tidak akan maju. Orang yang menghargai setiap proses dalam kehidupannya atau orang yang sering mencoba dan jatuh akan lebih baik daripada orang hanya mengandalkan otaknya. Seperti yang banyak orang katakan,hidup itu seperti hukum newton 3. Maksudnya jika kita rajin damn pintar,maka kita akan mendapatkan hasil yang kita inginkan,jika kita hanya pintar tidak rajin,maka hasilnya tidak akan sesuai dengan yang kita inginkan. Terlebih pula jika kita tidak pintar namun tidak pula rajin,itu sama saja seperti menggapai bulan,tidak ada artinya.
     Karena yang pintar belum tentu rajin, sementara jika rajin kemampuan kita akan bertambah dan pintar itu hanya masalah waktu. Misalnya saat ini masih belum masuk kategori pintar, kita masih bisa mengasah diri untuk meningkatkan kualitas diri yang lebih baik dan telah menghadapi keadaan tersulit sehingga dapat diatasi sedangkan Jadi orang pintar tapi malas sama saja menyia-nyiakan potensi dalam dirinya.
     Jika kita malas kita akan gagal. Sebab orang yang ingin berhasil tidak akan malas dan pasti akan berusaha. Sebaliknya, jika kita rajin kita akan sukses. Karena kita bisa menyelesaikan segala tanggung jawab dengan kerja keras yang maksimal. Begitu juga dengan kesuksesan yang harus dimulai dengan kerja keras. Lakukankan kerja keras untuk mencapai tujuan agar kita bisa menggapai kesuksesan. Karena pada dasar kesuksesan itu datang karena kita yang mengejarnya bukan lah datang dengan sendirinya.karena menurut saya semakin banyak seseorang itu gagal maka akan semakin dekat dia kepada kesuksesannya. Karena tidak ada orang sukses yang menunda pekerjaannya. Kalau ingin sukses kita harus hargai waktu dan kerjakan pekerjaan segera tanpa harus menundanya
     Apabila kita malas maka kita akan gagal karena tidak akan ada hasil apapun yang akan diraih oleh orang malas. Kesuksesan bagi orang malas hanya sebuah angan angan semata. Dia tidak mau berusaha sedikit pun maka kegagalan akan menghampiri. Pernyataan tersebut benar karena menjadi sukses adalah keberhasilan dalam menjalani proses untuk menjadi sukses tersebut. Setiap proses yang dijalani memiliki progres tersendiri yang harus dilalui dari nol. Pekerjaan ringan sangat menentukan berhasilnya suatu pekerjaan berat. Kita sering berpikir untuk menunda pekerjaan ringan Karena itu bisa dilakukan kapan saja. Tanpa disadari pekerjaan berat untuk menjadi sukses telah menunggu, tetapi tertutup oleh pekerjaan ringan yang ditunda. Menjadi sukses itu sulit, tetapi Alan terasa mudah bila direncanakan Dan dilaksanakan.
     jika Kita malas Kita akan gagal karena malas itu seperti jalan di tempat tidak Ada perpindahan atau perubahan. Malas berarti tidak memanfaatkan kesempatan yang diberikan. Sedangkan kesempatan itu adalah jalan menuju kesuksesan yang Hanya Ada sekali.
     Orang rajin adalah orang yang disiplin. Memanfaatkan setiap kesempatan yang Ada tanpa ragu. Sukses itu bukan tentang uang,tetapi perubahan positif Dari dalam diri. Perubahan itu terjadi Karena rajin. Oleh Karena itu, orang rajin akan sukses dengan caranya sendiri.
      Dan pada intinya, sisi rajin lebih mengungguli sisi pintar, meskipun pintar adalah suatu hal yang sangat besar pengaruhnya pada kehidupan seseorang. Memang lebih baik menjadi rajin, namun alamgkah lebih baiknya jika ia juga mengedepankan kepintaran. Tidak ada yang buruk, hanya seimbangkan kehidupan agar kita lebih mudah menjalani hidup dan lebih bahagia dalam memaknai kehidupan. 



WRITTEN IN BAHASA
BY Arinda Dwitami Yasmine 
NIM. 19019073
Universitas Negeri Padang