MAKNA PINTAR DAN RAJIN DALAM KEHIDUPAN
Makna pintar seringkali disandingkan dengan rajin. Banyak orang mengira orang pintar adalah orang rajin. Padahal pintar dan rajin memiliki 2 makna yang sangat berbeda. Orang rajin adalah orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan hal yang ia inginkan,seperti sebuah pencapaian atau kesuksesan. Sedangkan pintar atau kepintaran adalah suatu hal yang diturunkan oleh satu keturunan ke keturunan dibawahnya. Sering kali terjadi di kehidupan sehari-hari ditemukan bahwa banyak orang pintar tanpa harus belajar dengan keras. Banyak yang mendapatkan nilai tinggi karena mereka memiliki IQ yang rata-rata tinggi.
Arti pintar adalah mengetahui,pandai,memiliki ilmu. Tak heran jika pintar selalu dikaitkan dengan prestasi dan akademik,karena orang pintar selalu dikaitkan dengan prestasi dan akademik,karena orang pintar selalu bergelut dengan ilmu. Orang pintar mampu mencerna apapun dengan sempurna sehingga memiliki pengetahuan yang sangat luas,dan pengetahuan tersebut lah yang menjadi senjata utamanya.
Orang pintar juga dikenal akan disiplin dan teratur,sehingga ia selalu mampu mengerjakan segala sesuatu yang diperintahkan.
Namun pintar dibatasi oleh waktu dan proses. Orang pintar butuh proses dan tahapan untuk mempelajari suatu hal terlebih dahulu dengan jangka waktu tertentu,sampai akhirnya ia mengetahui sepenuhnya akan hal yang dipelajarinya tersebut. Selain itu,orang pintar juga biasanya hanya bisa menjawab hal-hal yang dipelajarinya,dan terpaku pada hafalan bukan pengertian.
Berbeda dengan sipintar,seseorang yang rajin seringkali tidak terlihat oleh lingkungannya,mau bagaimanapun kondisinya. Karena si rajin,orang lain melihatnya pun hanya akan menjadi suatu hal yang biasa saja.
Tapi faktanya,dilingkungan sekitar,seperti kampus,sekolah,atau kantor,tidak melulu orang pintar selalu unggul dari orang rajin. Karena bahkan dari fakta lapangan yang sering ditemukan orang rajin bisa lebih daripada orang yang hanya menyandang gelar “orang pintar”.
Mengapa begitu? Karena orang rajin memiliki semangat yang lebih daripada orang pintar. Si rajin akan melakukan apa yang dilakukannya dengan segera agar cepat selesai sehingga ia bisa melanjutkan kegiatan yang akan ia lakukan selanjutnya. Sedangkan pintar akan hilang begitu saja jika seseorang tidak rajin didalam hidupnya, dan bukan tidak mungkin jika suatu saat dunia akan dikuasai oleh orang yang rajin.
Pintar umumnya menjadi hal yang dikejar oleh kebanyakan orang. Namun orang seringkali lupa bahwa tujuan utama dalam menuntut ilmu bukan hanya pintar,namun juga menjadikan seseorang rajin. Karena pintar hanyalah titel,dan pintar adalah hasil akhir. Jika kita melihat dari sudut pandang hasil akhir,pintar adalah Vital Sign.
Tapi jauh lebih penting dari sebuah vital sign adalah proses untuk mendapatkan nya atau yang disebut vital Activity. Aktivitas penting yang akan membuat seseorang menjadi lebih baik. Menjadi lebih pintar dan mendapatkan apa yang diinginkan. Dalam hal ini,Vital Activity masuk dalam kategori rajin,bukan pintar. Karena ada pepatah yang mengatakan batu sekeras apapun jika ditetesi air secara terus menerus akan berlubang dan bisa pecah,maksudnya setiap usaha dan perjuangan yang kita lakukan tidak akan menjadi sia-sia dan kita berhasil dalam mencapai kesuksesan,kata lain,bermakna bahwa orang rajin sudah pasti pintar namun orang pintar belum tentu rajin
Juga di dunia ini sebenarnya tidak ada orang bodoh,karena sejatinya yang ada hanyalah orang yang enggan belajar/bermalas-malasan dalam belajar. Bodoh hanyalah sebutan saja,karena ia bisa melakukan hal yang orang pintar lakukan,namun tertutup oleh kemalasannya. Semua bisa terjadi jika kita memang bersungguh-sungguh dalam melakukan suatu hal. Mulai dari mengatur waktu,mengatur diri sendiri,dan tidak terpengaruh pada lingkungan sekitar. Ketika diri kita sudah tertanam sikap rajin,maka dengan sendirinya kebiasaan orang-orang pintar itu akan ada pada diri kita.
Tidak hanya dalam dunia kerja kita menghadapi sebuah persaingan ataupun perjuangan,namun terkadang didalam dunia pendidikan kita pastilah merasakan yang namanya perjuangan untuk menghadapi sebuah persaingan. Persaingan dalam mendapatkan nilai dan prestasi yang bagus,namun semua bisa teratasi jika kita mempunyai kemampuan untuk berjuang dan dan bersaing secara bersama-sama.
Sifat rajin dapat meningkatkan kualitas seseoarng. Contohnya seseorang yang buruk dalam suatu aspek namun rajin memplejarinya,tentu secara perlahan mampu menguasai aspek tersebut,begitu juga sebaliknya jika ia pintar tapi pemalas,ia akan tetap ditempatnya dan tidak akan maju. Orang yang menghargai setiap proses dalam kehidupannya atau orang yang sering mencoba dan jatuh akan lebih baik daripada orang hanya mengandalkan otaknya. Seperti yang banyak orang katakan,hidup itu seperti hukum newton 3. Maksudnya jika kita rajin damn pintar,maka kita akan mendapatkan hasil yang kita inginkan,jika kita hanya pintar tidak rajin,maka hasilnya tidak akan sesuai dengan yang kita inginkan. Terlebih pula jika kita tidak pintar namun tidak pula rajin,itu sama saja seperti menggapai bulan,tidak ada artinya.
Karena yang pintar belum tentu rajin, sementara jika rajin kemampuan kita akan bertambah dan pintar itu hanya masalah waktu. Misalnya saat ini masih belum masuk kategori pintar, kita masih bisa mengasah diri untuk meningkatkan kualitas diri yang lebih baik dan telah menghadapi keadaan tersulit sehingga dapat diatasi sedangkan Jadi orang pintar tapi malas sama saja menyia-nyiakan potensi dalam dirinya.
Jika kita malas kita akan gagal. Sebab orang yang ingin berhasil tidak akan malas dan pasti akan berusaha. Sebaliknya, jika kita rajin kita akan sukses. Karena kita bisa menyelesaikan segala tanggung jawab dengan kerja keras yang maksimal. Begitu juga dengan kesuksesan yang harus dimulai dengan kerja keras. Lakukankan kerja keras untuk mencapai tujuan agar kita bisa menggapai kesuksesan. Karena pada dasar kesuksesan itu datang karena kita yang mengejarnya bukan lah datang dengan sendirinya.karena menurut saya semakin banyak seseorang itu gagal maka akan semakin dekat dia kepada kesuksesannya. Karena tidak ada orang sukses yang menunda pekerjaannya. Kalau ingin sukses kita harus hargai waktu dan kerjakan pekerjaan segera tanpa harus menundanya
Apabila kita malas maka kita akan gagal karena tidak akan ada hasil apapun yang akan diraih oleh orang malas. Kesuksesan bagi orang malas hanya sebuah angan angan semata. Dia tidak mau berusaha sedikit pun maka kegagalan akan menghampiri. Pernyataan tersebut benar karena menjadi sukses adalah keberhasilan dalam menjalani proses untuk menjadi sukses tersebut. Setiap proses yang dijalani memiliki progres tersendiri yang harus dilalui dari nol. Pekerjaan ringan sangat menentukan berhasilnya suatu pekerjaan berat. Kita sering berpikir untuk menunda pekerjaan ringan Karena itu bisa dilakukan kapan saja. Tanpa disadari pekerjaan berat untuk menjadi sukses telah menunggu, tetapi tertutup oleh pekerjaan ringan yang ditunda. Menjadi sukses itu sulit, tetapi Alan terasa mudah bila direncanakan Dan dilaksanakan.
jika Kita malas Kita akan gagal karena malas itu seperti jalan di tempat tidak Ada perpindahan atau perubahan. Malas berarti tidak memanfaatkan kesempatan yang diberikan. Sedangkan kesempatan itu adalah jalan menuju kesuksesan yang Hanya Ada sekali.
Orang rajin adalah orang yang disiplin. Memanfaatkan setiap kesempatan yang Ada tanpa ragu. Sukses itu bukan tentang uang,tetapi perubahan positif Dari dalam diri. Perubahan itu terjadi Karena rajin. Oleh Karena itu, orang rajin akan sukses dengan caranya sendiri.
Dan pada intinya, sisi rajin lebih mengungguli sisi pintar, meskipun pintar adalah suatu hal yang sangat besar pengaruhnya pada kehidupan seseorang. Memang lebih baik menjadi rajin, namun alamgkah lebih baiknya jika ia juga mengedepankan kepintaran. Tidak ada yang buruk, hanya seimbangkan kehidupan agar kita lebih mudah menjalani hidup dan lebih bahagia dalam memaknai kehidupan.
WRITTEN IN BAHASA
BY Arinda Dwitami Yasmine
NIM. 19019073
Universitas Negeri Padang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar